Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Jembatan Ambrol, Warga Desa Bayu Terisolasi: Kades Yulia Herlina Desak Pemkab Banyuwangi Segera Bertindak

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Ambrolnya jembatan utama di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, menimbulkan dampak serius bagi kehidupan masyarakat. Jembatan yang selama ini menjadi satu-satunya akses penghubung warga kini tak lagi bisa difungsikan, sehingga mengganggu mobilitas, keselamatan, hingga aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Kepala Desa Bayu, Ir. Yulia Herlina, menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi segera memberikan respons nyata atas kondisi tersebut. Hal itu disampaikannya dalam wawancara bersama Bratapos.com, pada Minggu (1/2/2027) sore.

BACA JUGA : Ketua DPW Madas Nusantara Jatim Koordinasikan DPD Se-Jatim Kawal Proses Hukum Dugaan Pernyataan I Wayan Setiawan

“Harapan kami jelas, segera ada tanggapan dan penanganan. Memang kami sudah mendapat informasi bahwa perbaikan jembatan telah dianggarkan, namun kondisi di lapangan membuat warga harus bersabar dalam situasi yang sangat berat,” ujar Yulia.

Menurutnya, ambrolnya jembatan tidak hanya persoalan infrastruktur, tetapi telah berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat Desa Bayu.

“Dampaknya luar biasa. Menyangkut keselamatan warga, pengeluaran yang membengkak, hingga terganggunya jalur distribusi pertanian. Ini adalah jalan utama lalu lintas warga, akses ke sekolah, ke tempat kerja, dan kebutuhan lainnya,” tegasnya.

Jembatan tersebut merupakan jalur vital penghubung antar wilayah dan menjadi denyut nadi perekonomian desa. Sejak ambrol, warga terpaksa memutar melalui jalur alternatif yang lebih jauh, berisiko, dan memakan biaya lebih besar.

Lebih jauh, Yulia Herlina menyoroti kondisi geografis Desa Bayu berada di wilayah ujung barat yang rawan bencana dengan curah hujan cukup tinggi, sehingga keterlambatan penanganan dikhawatirkan memperparah situasi.

“Kami berada di wilayah ujung barat dan rawan bencana. Tolong ini menjadi perhatian serius. Jalan ini satu-satunya akses penghubung kami. Jika dibiarkan terlalu lama, dampaknya akan semakin berat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga berharap peran media dapat menjadi jembatan aspirasi masyarakat, agar keluhan warga Desa Bayu dapat segera sampai dan mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

“Dengan bantuan rekan-rekan jurnalis, saya berharap keluhan kami bisa tersampaikan dan penanganan bisa dipercepat. Kami ingin sedikit lega dalam beraktivitas sehari-hari,” pungkasnya.

Hingga kini, warga Desa Bayu masih menanti langkah konkret dari pemerintah daerah agar akses vital tersebut segera diperbaiki demi keselamatan dan kelangsungan hidup masyarakat. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Ada Apa Camat Kailey Ngotot Untuk Pihak Keamaman PAM GB Agar Biarkan Eskavator Bekerja
Next Article
Kasus Curanmor Viral di Pantai Boom Banyuwangi Terungkap, Polisi Amankan Remaja 17 Tahun

Related to this topic:

Be the first to write a comment.