Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Lapas Banyuwangi Matangkan Persiapan WBBM Lewat Rapat Koordinasi Strategis

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kian memantapkan langkah dalam mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui rapat koordinasi strategis Tim Zona Integritas (ZI) sebagai bagian dari persiapan meraih predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Rabu (4/2/2026).

Rapat yang digelar di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi itu dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Banyuwangi, I Wayan Nurasta Wibawa, dan diikuti seluruh unsur tim ZI serta kelompok kerja (Pokja). Agenda utama rapat difokuskan pada evaluasi menyeluruh, progres pembangunan Zona Integritas sekaligus pemetaan strategi percepatan menuju WBBM.

BACA JUGA : Perkim kota Pasuruan sosialisasikan DED Paket Pekerjaan infrastruktur Permukiman 2026

Dalam arahannya, Wayan menegaskan bahwa WBBM bukan sekadar capaian administratif atau simbol prestasi institusi, melainkan wujud komitmen nyata dalam menghadirkan perubahan mendasar pada tata kelola dan kualitas layanan publik.

“Evaluasi ini menjadi instrumen penting untuk mengukur sejauh mana efektivitas program yang telah kita jalankan. Setiap indikator pada enam area perubahan harus berdampak langsung, baik bagi masyarakat maupun warga binaan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wayan menyampaikan bahwa rapat koordinasi tersebut juga membahas pemetaan peran strategis masing-masing Pokja. Setiap Pokja diminta melakukan akselerasi program kerja serta mulai menyusun roadmap inovasi layanan yang berkelanjutan, adaptif, dan berbasis kebutuhan pengguna layanan.

“Kembangkan inovasi yang efektif dan efisien, khususnya dalam meningkatkan kualitas layanan serta memangkas birokrasi yang tidak perlu,” ujarnya.

Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan, antara lain penguatan budaya kerja berintegritas, optimalisasi sistem pengawasan internal, peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis teknologi informasi, serta penciptaan inovasi unggulan yang mampu menutup celah praktik korupsi, kolusi, dan gratifikasi.

Melalui penguatan koordinasi lintas Pokja dan konsistensi implementasi Zona Integritas, Lapas Banyuwangi optimistis mampu memenuhi seluruh indikator penilaian WBBM secara substantif.

“Dengan sinergi, kolaborasi, dan komitmen bersama, kami optimis Lapas Banyuwangi dapat meraih predikat WBBM sebagai bentuk dedikasi dalam memberikan pelayanan publik yang profesional, bersih, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” pungkas Wayan. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Sukses Jadi Percontohan Nasional, Digitalisasi Bansos Banyuwangi Diperluas ke 41 Kabupaten/Kota
Next Article
Ramai Peserta PBI JKN Dinonaktifkan, BPJS Kesehatan Tegaskan Bukan Pengurangan Kuota

Related to this topic:

Be the first to write a comment.