Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Maestro Gandrung Kembali Mengajar, Banyuwangi Teguhkan Warisan Budaya untuk Generasi Muda

BANYUWANGI || Bratapos.com – Tari Gandrung, ikon budaya Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, kembali mendapatkan ruang istimewa melalui program “Maestro Mengajar”. Program yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi bersama Banyuwangi Youth Creative Network (BYCN) ini menghadirkan langsung tiga maestro legendaris Gandrung: Temu, Sudartik, dan Sunasih.

Digelar di Banyuwangi Creative Hub, Sabtu (13/9/2025), program ini menjadi momentum penting setelah sempat vakum beberapa tahun. Puluhan anak muda dari berbagai sekolah dan komunitas, seperti SMKN 1 Banyuwangi, SMA Taruna Budaya Rogojampi, hingga SMA Negeri 1 Rogojampi, mengikuti kelas kreatif dengan antusias tinggi.

BACA JUGA : Pemerintah Desa Pucangan Laksanakan Kegiatan Posyandu ILP Untuk Tingkatkan Kesehatan Balita Hingga Lansia

Peserta tidak hanya mempelajari gerak dasar tari Gandrung, tetapi juga mendalami filosofi di baliknya, termasuk teknik dasar sinden Osing Banyuwangi. Bagi para pelajar, kesempatan bertemu langsung dengan maestro yang telah menari hingga ke panggung internasional merupakan pengalaman langka.

Silva, Alicia, dan Citra, siswi SMA Negeri 1 Rogojampi, mengungkapkan rasa syukur mereka bisa belajar langsung dari tiga maestro.

“Alhamdulillah, kami bisa bertemu Mak Temu, Sudartik, dan Sunasih. Dari workshop ini, kami belajar tentang latar belakang, inspirasi, hingga praktik langsung gerakan dan gending Gandrung. Pesan mereka jelas, lestarikan budaya Banyuwangi,” ungkap mereka kompak.

Menariknya, kegiatan ini juga diikuti seorang ASN asal Palu, Sulawesi Tengah, yang tengah magang di Banyuwangi. Novie, peserta asal Palu tersebut, mengaku terkesan.

“Kegiatan ini luar biasa. Saya jadi tahu siapa para maestro Gandrung yang sudah mendunia. Pelajaran paling berharga adalah kesabaran dan ketekunan. Butuh proses panjang untuk benar-benar menguasai seni ini,” ujar Novie.

Plt. Kepala Disbudpar Banyuwangi, Taufik Rohman, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan seni, tetapi juga strategi melestarikan warisan budaya.

“Tujuan utama program ini adalah mengembangkan sub-sektor seni pertunjukan, sekaligus memastikan generasi muda Banyuwangi mampu melestarikan budaya,” jelas Taufik.

Senada dengan itu, Dwi Susanti, Analisis Kebijakan Ahli Muda Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Banyuwangi, menyebutkan program Maestro Mengajar pertama kali digagas pada 2021 dan kini kembali hadir dengan format lebih segar.

“Program ini adalah ruang kreatif yang mempertemukan maestro dengan generasi muda, sekaligus sarana transfer pengetahuan, filosofi, dan semangat pelestarian budaya,” tegasnya.

Salah satu maestro Gandrung, Sunasih, berpesan agar generasi muda tidak sekadar mempelajari gerak, tetapi juga memahami ruh budaya di dalamnya.

“Belajarlah Tari Gandrung agar tidak punah. Tugas generasi muda adalah menjaga, merawat, dan meneruskan,” ungkapnya.

Kembalinya program Maestro Mengajar menandai kolaborasi antara pemerintah, komunitas kreatif, dan maestro seni. Program ini menjadi jembatan antar-generasi, memastikan bahwa Tari Gandrung tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga terus hidup, berkembang, dan menjadi identitas yang membanggakan masyarakat Banyuwangi.

Lebih dari sekadar kelas tari, kegiatan ini merupakan investasi kebudayaan. Program ini tidak hanya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni tradisi, tetapi juga memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Banyuwangi. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pos Bantuan Hukum di Kantor Desa Kepatihan Resmi Dibentuk, Kini Masyarakat Lebih Mudah Mendapat Pelayanan Konsultasi Hukum
Next Article
Ketua KAKI Jatim Dukung Presiden Prabowo Angkat Komjenpol Wahyu Widada Menjadi Kapolri

Related to this topic:

Be the first to write a comment.