Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Oknum Wartawan Abal Abal Di Ringkus Polisi Usai Peras Guru

Kendal||Bratapos.com - Satu oknum wartawan dan dua orang anggota LSM yang bertugas di wilayah Kendal diduga melakukan pemerasan senilai Rp 4,5 juta di sebuah SD negeri di Weleri Kendal.

BACA JUGA : Acara Tunangan Putri dari kades Taddan Berjalan Lancar Dihadiri Beberapa Tokoh Penting

Ketiganya dilaporkan lantaran memeras kepala sekolah dengan dalih adanya pemotongan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah. Padahal, pihak sekolah tidak pernah melakukan pemotongan sepeserpun. Tak terima dengan pemerasan tersebut, kepala sekolah melaporkan aksi ketiganya ke Polsek Weleri. Kemudian kasusnya dilimpahkan ke Polres Kendal. Diketahui, satu orang oknum wartawan dan dua orang LSM itu tiba di Mapolres Kendal sekitar pukul 15:00 WIB pada Sabtu (9/6) menggunakan mobil Polsek Weleri. Kemudian Kepsek salah satu SD Negeri di Weleri bersama 5 guru lainnya tiba di Polres Kendal. Mereka datang secara terpisah dari tiga pelaku pemerasan dengan mengendarai mobil milik sekolah. Tak ingin panjang lebar, kepala sekolah pun langsung menuju ke ruang Satreskrim Polres Kendal untuk melaporkan kejadian yang dialami. Sembari menunggu hasil laporan guru, tiga orang yang dilaporkan tersebut berinisial R, H dan Z duduk termenung di depan ruang pelayanan Polres Kendal. Salah satu guru yang ikut mendampingi kepala sekolah ke Polres Kendal mengatakan, pihaknya mendapat pemerasan dari 3 oknum wartawan. “Pemerasannya terkait adanya potongan bantuan PIP,” kata salah satu guru yang tidak ingin disebutkan namanya. Salah satu oknum wartawan membantah telah melakukan pemerasan. Ia berdalih, apa yang dilakukan sesuai dengan kesepakatan dengan pihak sekolah. “Ini di rekaman ada, tidak ada kata-kata pemerasan seperti itu,” katanya. Hingga Sabtu malam pukul 21:30 WIB, petugas unit 3 Satreskrim Polres Kendal masih memeriksa intensif kepala sekolah dan oknum wartawan yang terlibat. Saat ini, kasusnya masih dalam penanganan Polres Kendal.
Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Miris !!! Gegara Gaji 13 Berkurang, Anggota Polri Bakar Suaminya Hingga Tewas
Next Article
Di Duga Limbah Pertamina di SP Ledok di Buang ke Sungai, Warga Sambong Resah

Related to this topic:

Be the first to write a comment.