Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Polisi Bubarkan Aksi Perang Sarung di Madiun, Puluhan Remaja Diamankan

MADIUN || Bratapos.com - Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Geger bersama petugas piket fungsi berhasil membubarkan serta mengamankan puluhan remaja yang diduga hendak melakukan aksi perang sarung di Simpang Empat Dusun Sedoro, Jalan Desa Nglandung – Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Kejadian ini berlangsung pada Sabtu dini hari, 1 Maret 2025, sekitar pukul 02.00 WIB.

Berdasarkan laporan yang diterima Polsek Geger, aksi perang sarung ini telah direncanakan sebelumnya oleh sekelompok remaja yang berkomunikasi melalui media sosial. Mayoritas dari mereka masih berstatus pelajar dan di bawah umur.

BACA JUGA : Penegakan Perda Dipertanyakan, Akses Wartawan Dibatasi: SEMESTA NTB Somasi Pemkab Lombok Tengah

Para remaja ini awalnya berkumpul di Halte Bus depan Masjid Besar Dolopo sekitar pukul 01.00 WIB, sebelum akhirnya bergerak menuju lokasi kejadian. Warga yang curiga dengan aktivitas mereka segera melaporkan kepada pihak kepolisian.

Kapolsek Geger, AKP Afin Choirudin, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa pihaknya segera merespons laporan warga dengan bergerak cepat ke lokasi.

"Kami menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 02.00 WIB dan langsung menuju lokasi. Saat tiba di tempat kejadian, kami menemukan sekitar 50 remaja yang telah berkumpul. Beruntung, mereka belum sempat melakukan aksi perang sarung karena kami segera melakukan pembubaran dan pengamanan," ujar AKP Afin Choirudin.

Dari operasi tersebut, enam remaja diamankan ke Polsek Geger untuk menjalani pembinaan lebih lanjut. Sementara itu, puluhan remaja lainnya dipulangkan ke rumah masing-masing setelah mendapat peringatan dari pihak kepolisian.

Selain mengamankan para remaja, pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan aksi tersebut, di antaranya:

Tiga buah sarung yang diduga akan digunakan dalam perang sarung

Satu buah batu yang bisa berpotensi melukai orang lain

Tiga unit sepeda motor yang digunakan oleh para remaja

Dua ponsel yang digunakan untuk koordinasi melalui media sosial

Beberapa dokumen identitas seperti KTP dan kartu pelajar

Kapolsek Geger menegaskan bahwa aksi perang sarung bukan sekadar permainan, tetapi bisa berujung pada tindakan berbahaya yang berpotensi menimbulkan korban luka hingga kematian.

"Kami tidak ingin ada korban jiwa atau kerusakan akibat aksi yang tidak bertanggung jawab ini. Para remaja harus memahami bahwa kegiatan seperti ini sangat berbahaya," tegas AKP Afin Choirudin.

Sebagai langkah pencegahan, enam remaja yang diamankan diwajibkan membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatan mereka. Selain itu, mereka juga harus menjalani wajib lapor ke Polsek Geger setiap hari Senin dan Kamis selama periode tertentu. Para orang tua mereka pun turut dipanggil untuk memberikan pembinaan lebih lanjut.

Menanggapi insiden ini, Kapolsek Geger mengimbau orang tua dan masyarakat agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama di malam hari.

"Kami harap para orang tua bisa lebih aktif mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," pungkasnya.

Kejadian ini, menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap ketertiban dan keamanan lingkungan, terutama di kalangan remaja yang mudah terpengaruh oleh ajakan negatif. Dengan kerja sama antara masyarakat dan pihak kepolisian, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. [Jhon Mongaz]

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Vivi Muryani dari Keresahan menjadi Perjuangan, Membangun Industri Porang Indonesia
Next Article
Pemkab Sidoarjo Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Banjir Di Kecamatan Candi dan Sidoarjo

Related to this topic:

Be the first to write a comment.