Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Wamendag Tinjau Harga Bahan Pokok di Pasar Besar Madiun, Paguyuban Pedagang Kecewa Tidak Mendapat Informasi

Kota Madiun || Bratapos.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Besar Madiun (PBM), Senin (17/11/2025). Dalam kunjungannya, Wamendag berkeliling area pasar dan berdialog dengan sejumlah pedagang untuk memantau perkembangan harga menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Salah satu komoditas yang menjadi sorotan adalah telur dan minyak goreng. Saat ini, harga telur berada di kisaran Rp 30 ribu per kilogram. Dyah menjelaskan bahwa fluktuasi harga telur di beberapa daerah berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan pasokan untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG).

BACA JUGA : Kemendagri Dorong Pilkades Digital, Banyuwangi Matangkan Sistem e-Voting untuk 130 Desa

“Kabar baiknya, para pedagang memiliki pelanggan tetap, salah satunya untuk suplai ke SPPG. Tantangannya adalah memastikan kebutuhan itu terpenuhi tanpa mengurangi ketersediaan stok bagi masyarakat umum,” jelas Dyah.

Dari hasil pemantauan di PBM, Dyah menilai harga sejumlah bahan pokok masih relatif stabil. Namun, ia menegaskan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Badan Pangan Nasional akan terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kendala distribusi atau kenaikan harga.

“Kami ingin memastikan harga aman dan stabil. Jika ada komoditas yang harganya di atas acuan atau HET, tentu akan kami catat dan petakan untuk mengetahui persoalan distribusinya,” ungkapnya. 

Menurut nya, pemantauan dilakukan pada berbagai komoditas, mulai dari minyak goreng, beras, bawang merah, bawang putih hingga buah-buahan.

Paguyuban Pedagang Kecewa Gagal Bertemu Wamendag

Kunjungan Wamendag ke PBM menyisakan kekecewaan bagi Paguyuban Pedagang Pasar Kota Madiun. Perwakilan pengurus paguyuban mengaku tidak mendapat informasi mengenai agenda kunjungan tersebut dan kehilangan kesempatan untuk berdialog langsung.

“Tidak ada pemberitahuan sebelumnya bahwa Wamendag akan datang ke PBM,” ujar Muhammad Ibrahim, salah satu pengurus Paguyuban Pedagang Pasar se-Kota Madiun.

Ibrahim menjelaskan bahwa paguyuban berencana menyampaikan sejumlah persoalan yang tengah dialami pedagang pasar tradisional, termasuk terkait penagihan tunggakan retribusi, penyegelan kios, serta penempelan surat peringatan yang belakangan berlangsung secara masif.

“Begitu ada kabar Wamendag datang, saya dan pengurus lain langsung menuju PBM. Tapi rombongan sudah pergi. Kunjungannya singkat dan terkesan terburu-buru,” tambahnya.

Menurut Ibrahim, pemantauan harga dan stok memang penting, namun persoalan lain yang berdampak langsung pada keberlangsungan pedagang juga perlu diperhatikan. “Pedagang kesulitan kalau pasokan terganggu dan harga naik. Tapi lebih sulit lagi ketika jualan sepi, sementara retribusi tetap tinggi,” keluhnya.

Meski kecewa, paguyuban berharap masih ada ruang berdialog dengan Pemerintah Kota Madiun mengenai berbagai persoalan pedagang pasar, mengingat hasil audiensi dengan DPRD Kota Madiun sebelumnya belum mendapatkan respons dari Pemkot.

Dalam kunjungan tersebut, Wamendag Dyah Roro Esti didampingi Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, serta sejumlah pejabat dari Kementerian Perdagangan dan perangkat daerah terkait.

 

 

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Diduga Bermain Anggaran, Pavingisasi Desa Janti Tarik Sarat Kepentingan Kepala Desa
Next Article
Pemerintah Desa Wakah Realisasikan Dana BK Sarpras Untuk Pembangunan Jalan Rabat

Related to this topic:

Be the first to write a comment.