Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Jhon Qudsi: Hari Buku Nasional 2024: 44 Tahun Merajut Asa Melayani Negeri untuk Mencerdaskan Bangsa

PROBOLINGGO||Bratapos.com – Setiap tanggal 17 Mei, Indonesia memperingati Hari Buku Nasional yang bertepatan dengan hari ulang tahun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Tahun ini, perayaan Hari Buku Nasional 2024 mengusung tema "44 Tahun Merajut Asa Melayani Negeri untuk Mencerdaskan Bangsa." Perayaan ini menjadi momen penting untuk mengingatkan kita semua tentang pentingnya membaca dan peran perpustakaan dalam mendukung pendidikan dan perkembangan literasi di Indonesia.

BACA JUGA : Hari Bhayangkara ke-80: Dr. Zaibi Susanto Ajak Polri Wujudkan Tema "Polri untuk Masyarakat" Lewat Keadilan yang Dirasa, Bukan Sekadar Ditegakkan*

Hari Buku Nasional pertama kali diperingati pada tahun 2002 sebagai inisiatif dari Menteri Pendidikan Nasional saat itu, Abdul Malik Fadjar. Penetapan tanggal 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya buku sebagai sumber ilmu pengetahuan. Tanggal ini dipilih karena bertepatan dengan hari ulang tahun Perpusnas RI yang didirikan pada 17 Mei 1980. Kunci dari perayaan Hari Buku adalah membaca yang merupakan salah satu keterampilan dasar untuk berfikir dalam kehidupan. Bahkan di era digital saat ini, kita dibanjiri dengan informasi dari berbagai sumber, tetapi kemampuan literasi masih menjadi tanda tanya. Berdasarkan survei dari UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia masih tergolong rendah. Ada banyak faktor yang menjadi penyebabnya, seperti kurangnya akses ke buku berkualitas, rendahnya kesadaran akan pentingnya membaca, dan keterbatasan waktu yang sering kali dipenuhi alasan sehingga menghambat minat baca. Untuk mengatasi tantangan ini, hal pertama yang diperlukan adalah adanya kesadaran secara individu, selain bekerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, sekolah, perpustakaan, penerbit, dan masyarakat umum. Pemerintah seharusnya meningkatkan fasilitas perpustakaan dan memastikan akses yang mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan buku. Sekolah dan universitas juga harus mendorong siswa dan mahasiswa untuk membaca lebih banyak, tidak hanya untuk tujuan akademis tetapi juga sebagai kebutuhan intelektual untuk asupan otak. Hari Buku Nasional adalah pengingat bahwa membaca adalah investasi penting untuk masa depan. Dengan mensosialisasikan literasi di masyarakat, kita tidak hanya membuka pintu pengetahuan tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih kritis, kreatif, dan inovatif. Literasi yang baik akan membantu kualitas kehidupan di Indonesia untuk bersaing di tingkat global dan berkontribusi pada kemajuan dunia. Sebagai penutup, mari kita jadikan Hari Buku Nasional 2024 sebagai perenungan untuk lebih giat membaca. Dengan semangat literasi, kita dapat bersama-sama membangun masa depan yang lebih cerah untuk Indonesia.
Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Dinamika Politik Kota Madiun Menjelang Pilkada 2024, Antara Dukungan Partai dan Kekuatan Masyarakat
Next Article
Kodim 0825/Banyuwangi Laksanakan SISRENDAL BINTER TNI Tahun 2024

Related to this topic:

Be the first to write a comment.