Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

TNI–PMI Kolaborasi Perkuat Rumah Aman Gempa, Retrofitting di Bakungan Jadi Proyek Percontohan Banyuwangi

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Komitmen TNI dalam memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana kembali tampak nyata. Pada Rabu (12/11/2025) pagi, Babinsa Bakungan Sertu Tahfip dari Koramil 0825/03 Glagah mendampingi pelaksanaan retrofitting atau penguatan struktur bangunan pada Program Rumah Aman Gempa yang digagas PMI Banyuwangi. Rumah milik Ibu Sulih, warga Lingkungan Krajan, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah dipilih sebagai lokasi percontohan.

Kehadiran Babinsa di tengah jajaran PMI, perangkat kelurahan, dan masyarakat setempat memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, serta sesuai prosedur keselamatan. Keterlibatan TNI juga menegaskan peran strategis dalam mendukung program kemanusiaan dan upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat.

BACA JUGA : Puluhan GEN Z Kelapa Dua ikut Seleksi Calon PASKIBRAKA 17 Agustus 2026

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Kelurahan Bakungan Agus Rahmanto, staf kelurahan, Ketua LPMK Bakungan Arifin, anggota PMI Danang, relawan PMI SIBAT Bakungan, serta warga sekitar yang antusias menyaksikan proses awal penguatan rumah.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan dan sambutan Kepala Kelurahan Bakungan, Agus Rahmanto. Ia menekankan pentingnya proyek retrofitting sebagai langkah konkret mempersiapkan masyarakat menghadapi ancaman gempa bumi, sekaligus mengurangi risiko kerusakan bangunan.

“Program ini bukan hanya membangun ulang, tetapi membangun kesadaran. Rumah yang kuat adalah salah satu kunci keselamatan warga ketika bencana datang,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan tasyakuran dan doa bersama, sebagai wujud harapan agar proses penguatan struktur berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat.

Dalam pendampingannya, Sertu Tahfip menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat, khususnya dalam upaya pengurangan risiko bencana. Ia turut memastikan proses pembongkaran awal dilakukan secara aman, terukur, dan sesuai prosedur keselamatan konstruksi.

“Kami bersama PMI dan perangkat kelurahan ingin memastikan kegiatan ini menjadi contoh yang baik. Masyarakat perlu melihat bahwa membangun rumah aman gempa itu penting dan bisa dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Pembongkaran rumah Ibu Sulih menandai dimulainya proyek percontohan retrofitting. PMI Banyuwangi berharap keberhasilan proses ini dapat menjadi model bagi masyarakat dalam membangun hunian yang lebih kokoh, aman, dan tahan guncangan, sehingga risiko korban dan kerugian dapat ditekan ketika bencana terjadi.

Program ini juga menjadi bukti kuatnya sinergi antara PMI, TNI, pemerintah kelurahan, dan masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang lebih siap menghadapi ancaman gempa bumi.

Melalui pendampingan dan edukasi berkelanjutan, TNI bersama PMI Banyuwangi berkomitmen terus hadir di tengah masyarakat untuk memperkuat kesiapsiagaan, mengedukasi teknik bangunan aman, serta menumbuhkan budaya ketangguhan bencana di tingkat akar rumput. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Tingkatkan Pencegahan, Banyuwangi Gelar Skrining TBC Serentak di 25 Puskesmas
Next Article
Tumbuhkan Nasionalisme Sejak Dini, Kodim 0825/Banyuwangi Didatangi Puluhan Siswa SDN Sumberrejo

Related to this topic:

Be the first to write a comment.