Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Perkuat Akses Kesehatan, Pemkab Banyuwangi Hadirkan Layanan Dokter Spesialis di Seluruh Puskesmas

BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memanfaatkan momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025 untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan berbasis fasilitas tingkat pertama (FKTP). Salah satu langkah strategisnya adalah menghadirkan layanan dokter spesialis di puskesmas, agar masyarakat memperoleh akses medis komprehensif lebih dekat dan cepat.

Kebijakan ini ditinjau langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, saat meninjau layanan spesialis di Puskesmas Mojopanggung, Rabu (12/11/2025). Ipuk menegaskan bahwa kehadiran dokter spesialis di puskesmas merupakan lompatan besar dalam pemerataan layanan kesehatan.

BACA JUGA : Hari Bhayangkara ke-80: Dr. Zaibi Susanto Ajak Polri Wujudkan Tema "Polri untuk Masyarakat" Lewat Keadilan yang Dirasa, Bukan Sekadar Ditegakkan*

“Dengan adanya dokter spesialis di puskesmas, masyarakat tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit. Penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat, sekaligus memperkuat kesinambungan layanan dari tingkat dasar hingga rujukan,” ujar Ipuk.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa puskesmas kini tidak lagi hanya menjadi fasilitas layanan dasar, tetapi bertransformasi menjadi pusat layanan komprehensif yang terintegrasi dengan rumah sakit.

Jenis dokter spesialis yang disiagakan antara lain:

▪︎ Spesialis Kandungan (Obgyn)

▪︎Spesialis Jantung

▪︎ Spesialis Paru

▪︎ Spesialis rehabilitasi medik

Para dokter ini ditempatkan secara bergiliran di 26 puskesmas, menyesuaikan kebutuhan wilayah dan pola penyakit masyarakat.

“Integrasi ini penting agar akses kesehatan masyarakat tidak terputus dari pencegahan, penanganan dini, hingga rujukan lanjutan. Puskesmas harus menjadi mata rantai utama layanan kesehatan yang utuh,” jelas Amir.

Selain layanan medis lanjutan, Pemkab Banyuwangi juga memperluas cakupan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang merupakan program nasional. Saat ini, 36 persen warga Banyuwangi telah memanfaatkan layanan tersebut. Pemerintah menargetkan cakupan meningkat menjadi 50 persen pada akhir 2025.

Untuk mengejar target itu, tenaga kesehatan melakukan strategi jemput bola pada titik-titik keramaian masyarakat, seperti:

▪︎ Car Free Day (CFD)

▪︎ Kegiatan komunitas

▪︎ Sentra aktivitas publik lainnya

“Kami hadir langsung di tengah masyarakat agar layanan bisa lebih dekat, cepat, dan merata,” kata Amir.

Dalam rangka HKN, Pemkab Banyuwangi juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada pasien tuberkulosis (TBC) serta keluarga balita stunting. Bantuan ini merupakan hasil dari gerakan ASN Berbagi Belanja di Tanggal Cantik (11/11), yang dihimpun oleh para Aparatur Sipil Negara Banyuwangi.

Langkah ini menjadi bentuk dukungan moral dan sosial bagi warga yang tengah menjalani pengobatan maupun pemulihan gizi. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Banyuwangi Gelar Balap Sepeda BMX Internasional, Hadirkan Rider Lintas Negara di Sirkuit Supercross Terpanjang Dunia
Next Article
Pengaspalan Jalan Lingkungan ( Jaling) Dikampung Tegalbuah Desa Jatimekar Purwakarta Diduga Asal Jadi, Kualitas Pekerjaan Diragukan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.