BANYUWANGI || Bratapos.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (PORSENIJAR) 2025. Agenda tahunan ini resmi dibuka Selasa (2/9/2025) pagi, di Gedung Serbaguna Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA), diikuti ratusan guru dari berbagai jenjang pendidikan.
Hadir dalam pembukaan, Ketua PGRI Banyuwangi H. Sodiq, Wakil Ketua I PGRI Jawa Timur Drs. Siswaji, M.Pd., Ketua Panitia Drs. Suhadak, M.Pd., para Korwil, serta seluruh jajaran pengurus PGRI se-Banyuwangi.
BACA JUGA :
Keluarga Ahli Waris Samoe Nurlatu Pasang Spanduk Larangan Aktivitas Di Lahan Pagar Seng Gunung Botak
Dalam sambutannya, H. Sodiq menegaskan PORSENIJAR bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah silaturahmi, pengembangan bakat, sekaligus penguatan solidaritas antar pendidik.
“Kegiatan ini menjadi momentum bersejarah sejak saya dipercaya sebagai Ketua PGRI Banyuwangi. Saya bercita-cita membangun organisasi yang solid, terbuka, dan mampu menampung bakat guru, baik di bidang olahraga, seni, maupun pembelajaran inovatif,” tegasnya.
H. Sodiq juga menyoroti masih adanya guru yang tidak diberi izin mengikuti lomba oleh kepala sekolah. Ia menegaskan, PGRI hadir untuk membuka ruang kreativitas, bukan membatasinya.
“Mari kita tinggalkan gaya kepemimpinan lama yang otoriter. Saatnya membangun pola dialogis, terbuka, dan menghargai perbedaan,” tuturnya.
Pemenang tingkat kabupaten akan bertanding di zona 4 Jawa Timur pada 6–7 September 2025. Zona ini meliputi tujuh kabupaten/kota, terdiri dari Banyuwangi, Jember, Situbondo, Bondowoso, Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Probolinggo.
Drs. Siswaji, M.Pd., Wakil Ketua I PGRI Jawa Timur sekaligus Koordinator Zona 4, menjelaskan bahwa PORSENIJAR merupakan agenda resmi Pengurus Besar PGRI.
“Seleksi dimulai dari kabupaten, kemudian zona, provinsi, hingga nasional. Puncaknya akan digelar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, 26–28 November 2025,” jelasnya.
Menurut Siswaji, kegiatan ini memotivasi guru untuk berprestasi sesuai bidangnya, guru seni di seni, guru olahraga di olahraga, dan guru lainnya di bidang pembelajaran kreatif.
Tahun ini, tiga cabang olahraga dipertandingkan, diantaranya catur, tenis meja, dan bulu tangkis. Sementara bidang seni dan pembelajaran meliputi tari, menyanyi, coding, serta video kreatif. Khusus lomba konten digital, ini sejalan dengan program transformasi pembelajaran Kementerian Pendidikan.
Ketua Panitia Suhadak menambahkan, Banyuwangi ditunjuk sebagai tuan rumah seleksi zona 4.
“Tujuan utama PORSENIJAR adalah memberikan ruang bagi guru untuk berkompetisi, berkarya, dan berprestasi. Harapannya, lahir guru-guru inspiratif yang mampu mengharumkan nama Banyuwangi hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Menjawab keraguan sebagian kalangan, Siswaji menegaskan keanggotaan PGRI tidak terbatas pada PNS. Guru ASN, PPPK, honorer, swasta, sukwan, hingga guru Kemenag berhak menjadi anggota. Bahkan pensiunan pun tetap sah sebagai anggota selama tidak mengundurkan diri.
“PGRI berbeda dengan Korpri. PGRI bersifat stelsel aktif, artinya terbuka bagi semua guru tanpa batas status maupun usia,” tegasnya.
Dengan seruan lantang “Hidup Guru! Hidup PGRI! Solidaritas Yes! Siapa Kita? Indonesia!”, pembukaan PORSENIJAR 2025 berlangsung meriah.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat persatuan guru sekaligus melahirkan tradisi kompetisi sehat. Lebih dari itu, PORSENIJAR diyakini akan menegaskan peran guru bukan hanya sebagai pendidik, tetapi juga sebagai insan kreatif dan berprestasi di bidang olahraga, seni, serta inovasi pembelajaran. (rag/bp-bwi)
Prev Article
KAI Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen Eksternal 2025, Buka Peluang Karir untuk Lulusan SLTA hingga S1
Next Article
Setelah 40 Hari Ditutup, Jalur Gumitir Akhirnya Bisa Dilalui Kendaraan Mulai 4 September 2025