Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Rehabilitasi Pustu Kalimati Disorot, LSM Laporkan Dugaan Ketidaksesuaian Teknis

Sidoarjo | Bratapos.com — Paket pekerjaan rehabilitasi Puskesmas Pembantu (Pustu) Kalimati, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, yang dikerjakan melalui anggaran APBD 2025 dengan nilai kontrak Rp 208.890.898,00, mendapat sorotan dari LSM WAR (Wadah Aspirasi Rakyat). Proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Laksana dengan konsultan pengawas CV RJA Consultant, dan kontrak ditandatangani oleh Kepala Puskesmas Tarik 1.

Pada Kamis (20/11), LSM WAR menyampaikan klarifikasi dan konfirmasi melalui pesan WhatsApp kepada Kepala Puskesmas Tarik 1 dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo. Dalam surat itu, WAR menguraikan sejumlah dugaan ketidaksesuaian teknis di lapangan yang dianggap dapat memengaruhi kualitas pekerjaan. Beberapa poin yang disampaikan antara lain:

BACA JUGA : Dakwaan KPK: Maidi Disebut Perintahkan Pengumpulan Dana CSR dan Fee Proyek

  1. Tidak terdapat papan informasi proyek, sehingga informasi terkait nilai pekerjaan tidak dapat diakses masyarakat.
  2. Material bongkaran tidak dibuang, dan menurut WAR diduga digunakan kembali sebagai urugan.
  3. Perbedaan diameter besi antara bagian bawah dan atas kolom yang menurut WAR tidak sesuai spesifikasi teknis.
  4. Penggunaan besi beughel yang dinilai tidak sesuai ukuran standar.
  5. Dimensi kolom praktis yang ditemukan berbeda dari gambar kerja.
  6. Molen yang sempat tidak digunakan pada awal pekerjaan.
  7. Kualitas pengecoran yang dianggap tidak memenuhi ketentuan teknis.
  8. Keselamatan kerja, di mana sebagian pekerja terlihat tidak menggunakan APD.
  9. Kualitas pasangan bata, yang menurut WAR tidak melalui proses pembenangan sehingga hasilnya tidak rata.

 

LSM WAR menyampaikan bahwa seluruh poin tersebut masih merupakan dokumentasi temuan lapangan dan meminta penjelasan resmi dari pihak pelaksana maupun pengguna anggaran.

Menanggapi hal itu, Kepala Puskesmas Tarik 1, dr. Maya, mengucapkan terima kasih atas laporan yang masuk.
“Terima kasih atas informasinya. Kami akan tindak lanjuti dan kami sampaikan kepada pelaksana dan pengawas pekerjaan tersebut,” ujarnya (20/11).

Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Laksana dan CV RJA Consultant belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi yang disampaikan melalui pesan singkat.

Warga Pertanyakan Transparansi Pokir

Secara terpisah, seorang warga Kalimati berinisial T (47) menyampaikan bahwa sejumlah kegiatan yang bersumber dari usulan pokok pikiran (pokir) di wilayah Tarik dianggap tidak transparan.

“Banyak kegiatan pokir yang tidak jelas inisiator dan penanggung jawabnya. Ada yang tidak memasang papan proyek,” ujarnya (20/11).
Menurutnya, kondisi itu memicu kecurigaan masyarakat mengenai adanya ketidaksesuaian pelaksanaan pada beberapa kegiatan.

Pernyataan warga tersebut masih sebatas opini masyarakat, dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Bratapos.com masih berupaya meminta klarifikasi kepada pihak Dinas Kesehatan Sidoarjo terkait pelaksanaan proyek dan sumber pokir yang dimaksud

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Tak Capai Kesepakatan, Sengketa Mochid Soetono dan Pemkot Madiun Masuk Tahap Persidangan Inti
Next Article
Warga Melakah Nilai Pemerintah Desa Belum Fasilitasi Sengketa Tukar Guling Lahan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.