Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Utamakan Keuntungan Pekerjaan Saluran Irigasi Hippa Desa Plakaran Terlihat Sembrono

Sampang || bratapos.com - Program HIPPA merujuk pada Himpunan Petani Pemakai Air, sebuah program pemberdayaan masyarakat petani yang berfokus pada pengelolaan irigasi. Program ini terwujud melalui berbagai kegiatan seperti Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang bertujuan merehabilitasi dan meningkatkan jaringan irigasi secara partisipatif dan swakelola, serta program-program lain seperti pembinaan kelembagaan dan pelatihan pertanian. 

Tujuan program HIPPA Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan air irigasi, Dengan infrastruktur yang lebih baik, distribusi air menjadi lebih lancar dan tidak bocor, yang berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian.

BACA JUGA : Hari Bhayangkara ke-80: Dr. Zaibi Susanto Ajak Polri Wujudkan Tema "Polri untuk Masyarakat" Lewat Keadilan yang Dirasa, Bukan Sekadar Ditegakkan*

Memenuhi kebutuhan air untuk pertanian, Mengelola secara teknis pembagian air irigasi agar sesuai dengan kebutuhan lahan dan pola tanam yang ditetapkan. 

Namun hal berbeda pada pekerjaan Hippa Di kabupaten Sampang yang mana alokasi lebih banyak mengerucut mencari keuntungan pribadi sehingga banyak pekerjaan bermacam persoalan. Ditemukan.

Salah satunya didesa Plakaran Kecamatan Jrengik alokasi yang dikerjakan oleh kelompok HIPPA P3A Plakaran Hijau yang mana pekerjaan saluran irigasi dikerjakan Asal asalan.

Banyak kejanggalan yang terindikasi sarat tindak pidana korupsi, diantaranya kwalitas material batu yang digunakan diduga berkwalitas rendah dan mudah pecah, tehnik pemasangan batu tidak sesuai dengan Gambar/RAB yang Ada.

Dimana terlihat dilokasi pasamangan batu hanyalah ditempelkan bahkan tidak ada nya galian pondasi sedalam kurang lebihnya 20cm untuk memperkuat dan tidak mudahnya bangunan tersebut miring dan rusak.

Bukan hanya itu dasar salurannya dengan ketebalan 10 cm pun tidak terlihat saat media monitoring dilapangan, semakin jelas adanya indikasi tindak pidana korupsi dengan tidak adanya juga papan informasi yang terpasang dilokasi proyek.

Saat ditanya pekerja tentang papan informasi semua diem tidak ada respon apapun, terkesan para pekerja sudah dibusukan oleh pelaksana supaya tidak menjawab pertanyaan apapun oleh siapapun, terkondisikan. 

Lain hal nya dengan Nur Hasan Kades Plakaran Pihaknya Lebih memilih irit bicara, " bukan punya saya mas, itu punya jihad, katanya,. Sekarang saya tidak kerja apa, ungkapnya singkat.

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pengaspalan Jalan Lingkungan ( Jaling) Dikampung Tegalbuah Desa Jatimekar Purwakarta Diduga Asal Jadi, Kualitas Pekerjaan Diragukan
Next Article
Wabub Imam: Sumenep Jadi Magnet Baru Investor di Jatim

Related to this topic:

Be the first to write a comment.