Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Maraknya Dugaan Aksi Premanisme Dan Pemerasan Dengan Dalih Sumbangan Sedekah Bumi, Di Desa Banyudono, Resahkan Pengusaha.

Rembang || Bratapos.com- Kamis 10/07/2025- maraknya Dugaan tindakan premanisme dan pemerasan dengan dalih meminta sumbangan untuk kegiatan sedekah bumi tepatnya di Desa Banyudono Kecamatan Kaliori Kabupaten Rembang   kembali menyeruak dan meresahkan para pengusaha ramai jadi sorotan masyarakat dan kini kembali mencuat di publik.

Pasalnya menurut informasi yang beredar di kalangan pengusaha di Desa Banyudono,dalam meminta sumbangan pihak penyelenggara Sedekah Bumi dari Karang Taruna dan pihak Pemerintah Desa menentukan nominal hingga jutaan rupiah dan  terkesan ada intimadasi dan pemaksaan.

BACA JUGA : Ramai Kewalahan Diserbu Pembeli, Muncul Ide Investasi Akhirnya Macet, Selebgram Cantik Nangis

Berbekal informasi yang beredar tersebut kemudian awak media Bratapos.com adakan wawancara kepada salah satu pengusaha yang resah dengan adanya dugaan Pungutan Liar(Pungli) tersebut, kepada awak media salah satu pengusaha sebut saja MN mengatakan",memang benar mas terkait kabar yang beredar terkait dugaan aksi premanisme dan Pungutan Liar(Pungli).

"Lanjut MN",karena dalam melakukan aksi meminta sumbangan dan dari perusahaan kami sudah memberikan Rp 500.000 tetapi di tolak, dan dari pihak karang taruna dan pemdes menentukan jumlah nominalnya hingga mencapai Rp 2.000.000 tentunya kami sangat keberatan mas  dan apabila kami selaku pengusaha  tidak memberikan jumlah uang yang di minta, pihak karang taruna dan Pemdes Banyudono, langsung menutup paksa akses jalan untuk keluar masuk di perusahan kami.

"Akibat dugaan tindakan premanisme dan Pungutan liar(Pungli) tersebut sangat membuat resah kami sebagai  pengusaha pak, dan akibat penutupan paksa jalan tersebut aktifitas di perusahaan kami lumpuh total dan tidak bisa beroperasi.

"Setelah tayangnya  pemberitaan ini kami berharap kepada Aparat Penegak Hukum(APH) khususnya Polres Rembang Polda Jateng untuk  segera menindak tegas oknum oknum yang diduga melakukan tindakan melawan hukum seperti aksi  premanisme, Intimidasi dan Pungutan Liar(Pungli) pungkas MN kepada awak media Bratapos.com.

"Terpisah kemudian awak media menghubungi Bambang selaku BPD serta penanggung penanggung jawab acara pungutan tersebut, kepada awak media Bambang P.R mengatakan", iya memang ada terakit pungutan sumbangan untuk acara sedekah bumi, yang jelas itu keputusan masyarakat, bukan keputusan panitia  dan selama ini para perusahaan tidak DA yang keberatan terkait pungutan tersebut Kilah Bambang.(Bersambung) Brendy

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Pastikan Tidak Ada Pelanggaran Citra Polri, Propam Polda Jatim Tinjau Kesiapsiagaan Personel dan Pelayanan Polres Magetan
Next Article
Demi Tingkatkan Kualitas Layanan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Buka Ruang Saran dan Masukan Berbagai Kalangan

Related to this topic:

Be the first to write a comment.