Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Skandal Material Normalisasi: Kadis PUPR Sungai Penuh Diduga Selewengkan Pasir Sungai

Sungai Penuh | Brata Pos.comKepala Dinas PUPR Kota Sungai Penuh, Kholik Munawar, diduga menyalahgunakan material hasil normalisasi Sungai Batang Bungkal di Kecamatan Sungai Penuh untuk kepentingan pribadi. Material tersebut disebut-sebut digunakan untuk menimbun tanah miliknya sendiri.

Maifendri, Ketua Lembaga Adat Enam Luhah Sungai Penuh, mengungkapkan bahwa dalam rapat koordinasi antara Dinas PUPR, Lembaga Adat Enam Luhah, Ninik Mamak Enam Luhah, Kodim 0417 Kerinci, dan anggota dewan, telah disepakati bahwa material hasil pengerukan akan ditempatkan di lokasi yang telah ditentukan sembari menunggu audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

BACA JUGA : Remaja Surabaya Tewas Usai Dikeroyok Teman, Diduga Dipicu Perselisihan Sandal

“Lembaga Adat Enam Luhah, para Ninik Mamak, tokoh adat, dan tokoh masyarakat telah mengajukan lokasi penempatan material di daerah Cangking, sesuai kesepakatan bersama. Namun, Kepala Dinas PUPR tetap bersikeras memindahkannya ke tempat lain. Hal ini tidak menjadi masalah, asalkan tidak ditempatkan di lahan pribadi, karena itu jelas menyalahi aturan,” tegas Maifendri pada Kamis (14/3).

Sementara itu, Wo Ujang, seorang warga Sungai Penuh, juga membenarkan dugaan tersebut. Menurutnya, apabila material harus dipindahkan, seharusnya ditempatkan di lokasi milik pemerintah, bukan di lahan pribadi Kholik Munawar.

“Ya, Kepala Dinas PUPR Kota Sungai Penuh mengambil material pasir dari Sungai Batang Bungkal dan membuangnya ke lokasi tanah pribadinya di Cangking,” ujar Wo Ujang.

Lebih lanjut, Wo Ujang mengungkapkan bahwa dirinya secara langsung melihat dump truck yang membawa material tersebut menimbun tanah milik Kholik Munawar di Cangking. “Mungkin besok masih ada dump truck yang akan terus menimbun di lokasi tersebut,” tambahnya.

Proyek normalisasi Sungai Batang Bungkal di Cangking merupakan instruksi langsung dari Wali Kota Sungai Penuh, Alfin SH, dalam rangka mengatasi banjir akibat pendangkalan sungai. Pengerjaan normalisasi ini dilakukan sepanjang satu kilometer dengan anggaran lebih kurang Rp 650 juta, yang mencakup pengerukan serta pemasangan tembok penahan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas PUPR Kota Sungai Penuh, Kholik Munawar, belum memberikan tanggapan meski telah dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. edi

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Kondisi SMP Negeri 12 Disamping Memprihatinkan, Jalan Rusak dan Bangunan Sekolah Butuh Perbaikan
Next Article
Kebakaran Hebat Melanda Penyulingan Minyak Tradisional yang Diduga Ilegal di Wonocolo

Related to this topic:

Be the first to write a comment.