MALANG, BRATAPOS.com – SMAN 1 Turen menggelar sosialisasi program sekolah bersama Komite Sekolah dan wali murid, Selasa (11/8/2026). Forum yang berlangsung di halaman sekolah sejak pukul 08.00 WIB, dihadiri ribuan wali murid dari sejumlah wilayah khususnya se Kabupaten Malang Jawa timur.
Pertemuan menjadi ruang terbuka bagi sekolah, Komite Sekolah, dan wali murid untuk membahas program kerja, rencana kegiatan, hingga kebutuhan anggaran selama satu tahun ajaran. Selain itu, forum juga membuka ruang dialog agar informasi terkait program sekolah agar dapat disampaikan secara transparan ke para orang tua siswa.
BACA JUGA :
BINEF 2026 Banyuwangi: Dari Daerah Menembus Kampus Dunia, Siapkan Generasi Muda Berdaya Saing Global
dalam kegiatan turut hadir Kepala SMAN 1 Turen Agus Harianto, Humas SMAN 1 Turen Damiran, Ketua Komite Sekolah bersama jajaran pengurus, perwakilan LSM Gerindro, praktisi hukum beserta rekanan wartawan juga para wali murid.
Kepala SMAN 1 Turen, Agus Harianto, menegaskan bahwa posisi sekolah dalam forum sebagai fasilitator pertemuan antara Komite Sekolah dan wali murid.
Menurutnya, pihak sekolah menyampaikan program kerja yang akan dilaksanakan selama satu tahun ajaran. Yakni pembahasan mengenai bentuk dukungan orang tua terhadap program tersebut menjadi ranah Komite Sekolah melalui mekanisme musyawarah bersama wali murid.
“Sekolah hanya memfasilitasi pertemuan antara Komite Sekolah dan wali murid. Pihak sekolah menyampaikan program kerja yang akan dilaksanakan selama satu tahun ajaran. Selanjutnya, pembahasan atas dukungan orang tua menjadi kewenangan Komite Sekolah untuk disampaikan kepada wali murid secara terbuka,” kata Agus.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pemisahan peran antara sekolah dan Komite Sekolah dalam pembahasan dukungan terhadap program pendidikan.
Dalam forum tersebut, perwakilan Komite Sekolah, Heri, memaparkan program kerja, rencana kegiatan, serta rencana anggaran biaya yang berkaitan dengan pelaksanaan berbagai program di SMAN 1 Turen.
Heri menyebut seluruh informasi tersebut disampaikan dalam forum terbuka, agar wali murid memperoleh pemahaman yang sama mengenai program dan kebutuhan sekolah.
“Kami sudah transparan dan terbuka dalam acara hari ini. Seluruh program, rencana anggaran, dan peruntukan dana telah kami sampaikan apa adanya di forum ini. Harapannya tidak terjadi miskomunikasi dan semua wali murid dapat memahami bersama,” ujar Heri.
Setelah pemaparan, forum dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sejumlah wali murid menyampaikan pertanyaan terkait teknis pelaksanaan program maupun mekanisme dukungan terhadap kegiatan sekolah.
Salah satu poin penting yang menjadi perhatian pada pertemuan itu adalah pembahasan mengenai sumbangan sukarela untuk mendukung program sekolah.
Humas SMAN 1 Turen, Damiran, menegaskan bahwa kesepakatan tersebut merupakan hasil musyawarah antara Komite Sekolah dan wali murid. Ia menekankan bahwa sumbangan tidak bersifat wajib dan tidak boleh disertai unsur paksaan.
“Kesepakatan mengenai sumbangan sukarela merupakan hasil musyawarah antara Komite Sekolah dan wali murid. Sifatnya tidak wajib dan disesuaikan dengan kemampuan. Apabila tidak mampu, tidak menjadi masalah, dengan catatan disampaikan secara terbuka. Tidak ada unsur paksaan,” tegas Damiran.
Penegasan tersebut menjadi bagian penting dari forum, mengingat setiap bentuk dukungan orang tua terhadap program pendidikan perlu dikomunikasikan secara terbuka serta dipahami bersama oleh seluruh pihak.
Salah seorang wali murid asal Sumbermanjing, Agus, mengapresiasi pelaksanaan forum yang menurutnya memberikan kesempatan kepada orang tua untuk memperoleh penjelasan secara langsung.
“Kami sangat senang dengan adanya keterbukaan antara Komite dan wali murid. Dengan forum ini kami menjadi mengetahui secara jelas peruntukan dari program sekolah,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Erik, perwakilan LSM Gerindro. Menurutnya, keterbukaan dalam penyampaian program dan pembahasan dukungan menjadi hal penting untuk mencegah kesalahpahaman di kemudian hari.
“LSM Gerindro mengapresiasi transparansi yang dilakukan SMAN 1 Turen. Selama proses dilakukan secara terbuka, tidak ada paksaan, dan sesuai kemampuan, maka hal tersebut dapat kami dukung,” pungkas Erik.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan harapan agar komunikasi dan sinergi antara sekolah, Komite Sekolah, serta wali murid terus terjaga.
Forum terbuka seperti ini dinilai penting bukan hanya untuk menyampaikan program sekolah, tetapi juga memastikan orang tua memperoleh informasi yang jelas mengenai rencana kegiatan dan kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
Dengan adanya keterbukaan, musyawarah, dan penegasan bahwa dukungan wali murid bersifat sukarela serta tidak mengikat, seluruh pihak diharapkan dapat bersama-sama mendukung peningkatan mutu pendidikan di SMAN 1 Turen. (lor/bp-smr)
Prev Article
Kejari Ponorogo Kembali Sita 1,24 Miliar Dari Obyek Perkara Tunjangan Perumahan DPRD Ponorogo 2023-2026, Total Hampir 2 Miliar
Next Article
Lurah Karangrejo Susianah Dinonaktifkan, Camat Banyuwangi Tegaskan Pelayanan Kini Dipimpin Plh