Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Cegah Banjir Perkotaan, DPU CKPP Banyuwangi Intensifkan Normalisasi Drainase di Jalan Gajah Mada

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (DPU CKPP) terus memperkuat upaya pengendalian banjir di kawasan perkotaan. Salah satu langkah konkret yang kini dilakukan adalah kegiatan normalisasi drainase di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri, Senin (11/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pemeliharaan infrastruktur lingkungan guna memastikan saluran air tetap berfungsi optimal, terutama saat menghadapi intensitas hujan tinggi yang berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir.

BACA JUGA : Ramai Kewalahan Diserbu Pembeli, Muncul Ide Investasi Akhirnya Macet, Selebgram Cantik Nangis

Pantauan di lokasi menunjukkan, sejumlah petugas turun langsung ke dalam gorong-gorong trotoar untuk membersihkan saluran drainase. Dengan perlengkapan kerja lengkap, para petugas mengangkat sedimen, lumpur, sampah plastik, hingga material lain yang menghambat aliran air.

Normalisasi drainase difokuskan pada pengerukan endapan sedimen dan pembersihan sampah secara manual, menggunakan alat sederhana seperti sekop dan ember. Material hasil pengerukan, kemudian diangkut dan dibuang ke lokasi yang telah ditentukan sesuai prosedur.

Langkah tersebut dinilai penting mengingat kawasan Jalan Gajah Mada merupakan salah satu jalur padat aktivitas masyarakat dan kendaraan, sehingga keberadaan drainase yang bersih menjadi faktor utama dalam menjaga kelancaran aliran air sekaligus kenyamanan lingkungan.

Tim Teknis Bidang Cipta Karya, Trias Agus Priyno, S.T., mengatakan pemeliharaan saluran drainase harus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan agar fungsi drainase tetap maksimal.

“Pembersihan rutin dari sampah dan sedimen dilakukan lebih sering, yakni setiap tiga bulan sekali, atau bahkan setiap bulan untuk wilayah rawan genangan,” ujar Trias.

Menurutnya, sedimentasi dan penyumbatan saluran akibat sampah menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kapasitas drainase. Karena itu, normalisasi menjadi solusi strategis untuk mengembalikan fungsi saluran air, agar mampu menampung debit air hujan secara optimal.

Kepala Bidang Cipta Karya DPU CKPP Banyuwangi, Meylia Maharani, ST., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan normalisasi drainase tidak hanya sebatas pengerukan sedimen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan dan mencegah terjadinya banjir di kawasan perkotaan.

“Kegiatan ini difokuskan pada pengangkatan sampah secara manual dan pengerukan sedimen, agar fungsi drainase tetap optimal dan terhindar dari pendangkalan maupun penyumbatan,” jelas Meylia.

Ia menambahkan, pemeliharaan drainase idealnya dilakukan secara berkala melalui dua skema utama, yakni pemeliharaan rutin dan pemeliharaan berkala.

Pemeliharaan rutin dilakukan setiap bulan hingga tiga bulan sekali berupa pembersihan sampah, pembabatan rumput liar, serta pengangkatan endapan ringan. Sedangkan pemeliharaan berkala, dilaksanakan minimal dua kali dalam setahun dengan metode pengerukan sedimen skala besar serta perbaikan fisik saluran yang mengalami kerusakan.

Meylia juga mengajak masyarakat, untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Menurutnya, keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

“Jangan membuang sampah sembarangan ke saluran drainase, agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan bebas banjir,” tegasnya.

Melalui kegiatan normalisasi drainase tersebut, DPU CKPP Banyuwangi berharap kapasitas saluran air kembali optimal sehingga aliran air menjadi lebih lancar dan potensi genangan saat musim hujan dapat diminimalkan. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Yakuza Maneges Den Gus Thuba dan Diana Sasa, Dorong Perlindungan Korban Dugaan Pelecehan di Lingkungan Pesantren
Next Article
Pimpinan Redaksi Brata Pos Dr. Zaibi Susanto, S.H., M.H. yang Juga Pengacara Sampaikan Pesan Idul Adha 1447 H: Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim, Wartawan dan Pengacara Harus Berpihak pada Kebenaran

Related to this topic:

Be the first to write a comment.