Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Dandim 0825 Banyuwangi Tekankan Peran Strategis Babinsa dalam Digitalisasi Swasembada Pangan 2025

BANYUWANGI || Bratapos.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 0825/Banyuwangi mengambil langkah serius dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hal ini ditandai dengan partisipasi aktif Komandan Kodim (Dandim) 0825/Banyuwangi, Letkol Arh Joko Sukoyo, S.Sos., M.Han., beserta jajaran Babinsa dalam Video Conference (Vicon) Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi dan Digitalisasi Program Swasembada Pangan Tahun 2025, yang digelar pada Selasa (27/05/2025) di Aula Panglima Sudirman, Makodim 0825 Banyuwangi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0825/Banyuwangi, Mayor Kav Suprapto, serta seluruh personel Babinsa dari berbagai Koramil di wilayah teritorial Kodim 0825. Bimtek ini merupakan salah satu program prioritas TNI AD, dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pendekatan teknologi digital dan peningkatan kapasitas SDM di lapangan.

BACA JUGA : Resmi Launching: Maskot, Logo, dan Theme Song FORPROV II Kalbar 2026 Siap Guncang Kota Singkawang.

Dalam arahannya, Dandim 0825/Banyuwangi Letkol Arh Joko Sukoyo menekankan bahwa Bimtek ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum penting bagi para Babinsa untuk mentransformasi pola kerja mereka dalam mendukung kedaulatan pangan di tingkat desa.

“Bimbingan teknis ini harus menjadi bekal dan pedoman operasional Babinsa agar semakin produktif, adaptif terhadap teknologi, dan inovatif dalam melaksanakan pendampingan kepada petani serta program swasembada pangan di wilayah binaannya,” tegas Letkol Arh Joko Sukoyo.

Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi sistem pertanian agar koordinasi, monitoring, dan evaluasi program pangan lebih terintegrasi dan efisien. 

"Peran Babinsa dinilai strategis sebagai penghubung antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam memastikan program pangan berjalan tepat sasaran," tuturnya.

Program Swasembada Pangan 2025 sendiri merupakan bagian dari strategi besar TNI AD dalam memperkuat ketahanan nasional di sektor non-militer, khususnya pangan. Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, hingga pelaku pertanian lokal, program ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam menjawab tantangan krisis pangan global.

Langkah Kodim 0825/Banyuwangi ini, menegaskan komitmen kuat institusi TNI AD di level teritorial untuk tidak hanya menjadi garda pertahanan negara, tetapi juga penggerak pembangunan di akar rumput, khususnya dalam sektor pangan yang menjadi urat nadi kehidupan bangsa. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Perkuat Kesiapsiagaan Teritorial, Kodim 0825/Banyuwangi Gelar Latnister Hanpangan Proglatsi Sistem Blok
Next Article
Selain Penertiban Penggunaan Helm Satlantas Polres Lotim Juga Fokus Giat Rawan Pagi

Related to this topic:

Be the first to write a comment.