BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Potret ironi infrastruktur perkotaan terlihat jelas di Jalan Ikan Hiu, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi. Di tengah pusat kota, sejumlah lubang besar menganga di badan jalan. Bahkan pada salah satu titik, warga menanaminya dengan bunga lengkap dengan pot sebagai simbol protes atas lambannya penanganan.
Aksi tersebut bukan sekadar kreativitas spontan, melainkan bentuk peringatan agar pengendara lebih berhati-hati sekaligus sindiran terbuka kepada pemerintah daerah.
BACA JUGA :
Hadapi Era Aging Population, Banyuwangi Perkuat Kebijakan Ramah Lansia Melalui Rembug Lansia 2026
Jalan Ikan Hiu bukanlah ruas biasa. Jalur ini merupakan akses utama warga Kertosari menuju berbagai fasilitas publik penting, seperti Kantor Kelurahan Kertosari, Puskesmas Kertosari, serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) Buyukan Kertosari.
Setiap hari, ratusan kendaraan roda dua dan roda empat melintas di jalur tersebut, termasuk kendaraan pelayanan masyarakat. Kondisi ini membuat kerusakan jalan menjadi persoalan serius yang menyangkut keselamatan publik.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa lubang cukup dalam tersebar di sepanjang ruas jalan. Saat hujan turun, lubang-lubang itu tertutup genangan air sehingga sulit terlihat pengendara. Risiko kecelakaan pun meningkat, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Muslimin, salah satu warga setempat, menyebut kerusakan Jalan Ikan Hiu sudah berlangsung lama tanpa penanganan berarti.
“Jalan ini rusaknya sudah lama. Lubangnya makin hari makin dalam. Kalau malam hari sangat berbahaya karena tidak kelihatan jelas,” ujarnya kepada Bratapos.com, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, warga terpaksa mengambil inisiatif menanami lubang sebagai tanda agar pengendara memperlambat laju kendaraan. Tindakan tersebut juga menjadi simbol kekecewaan atas belum adanya langkah konkret dari instansi terkait.
Hal senada disampaikan Yatimatul Khulsum. Ia menilai kondisi ini memprihatinkan karena lokasi jalan berada di kawasan perkotaan dan dekat dengan aktivitas anak-anak yang mengaji pada sore hari.
“Ini akses utama warga. Kami berharap Pemkab Banyuwangi segera melakukan perbaikan. Kalau bisa jangan tambal sulam, tapi langsung diaspal hotmix agar benar-benar mulus,” tegas wanita yang akrab disapa Bu Yatim.
Warga menilai, metode tambal sulam yang kerap dilakukan pada sejumlah ruas jalan di Banyuwangi tidak memberikan solusi jangka panjang. Lubang kembali muncul dalam hitungan minggu, terutama saat musim hujan.
Kondisi Jalan Ikan Hiu Kertosari ini, dinilai mencerminkan perlunya evaluasi kualitas perencanaan dan pengawasan proyek infrastruktur jalan di wilayah perkotaan Banyuwangi.
Sebagai daerah yang dikenal aktif dalam pembangunan dan pelayanan publik, masyarakat berharap respons cepat dari Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait agar tidak menunggu jatuhnya korban terlebih dahulu.
“Kami hanya ingin jalan ini segera diperbaiki. Jangan sampai harus ada korban dulu baru diperhatikan,” harapnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian jadwal perbaikan dari pihak berwenang terkait kerusakan Jalan Ikan Hiu Banyuwangi tersebut.
Masyarakat Kertosari berharap perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi agar akses vital yang menunjang mobilitas warga, pelayanan kesehatan, serta aktivitas sosial itu kembali layak dan aman digunakan. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Dianggap Paksakan Pembahasan Dalam Forum, Kadisparbud Malang Walk Out Dari Ruangan
Next Article
Sekwan Buru ‘Telah Mengajukan Surat Pemunduran Diri’ Bella Shofie Masi Terima Gaji Sampai Sekarang