Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

BBM Langka di Melawi, Antrean SPBU Mengular Hingga Berjam-jam

Melawi, Kalbar – BrataPos.com | Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) terjadi di sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Barat dalam sepekan terakhir. Di Kabupaten Melawi, antrean kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) terpantau mengular panjang, Selasa (10/2/2026).

Iskandar (33), warga Kota Nanga Pinoh, mengatakan kondisi kelangkaan BBM di Melawi semakin parah. Dalam beberapa hari terakhir, stok BBM di sejumlah SPBU sering kosong, sehingga masyarakat harus antre berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar.

BACA JUGA : Hadapi Era Aging Population, Banyuwangi Perkuat Kebijakan Ramah Lansia Melalui Rembug Lansia 2026

“Antrean kendaraan yang mau mengisi BBM semakin panjang, sampai harus menunggu berjam-jam. Banyak warga sudah antre sejak subuh, padahal SPBU belum buka,” ujar Iskandar.

Menurutnya, antrean panjang terjadi hampir di seluruh SPBU di Kabupaten Melawi, khususnya di Kota Nanga Pinoh. Bahkan pada Selasa, jumlah kendaraan yang mengantre—baik mobil maupun sepeda motor—terus bertambah.

Kelangkaan BBM ini juga mengganggu aktivitas warga yang hendak bepergian. Banyak SPBU terpantau tutup karena kehabisan stok. Sementara itu, kios-kios pengecer BBM eceran pun hampir tidak beroperasi karena tidak memiliki pasokan untuk dijual.

Keluhan datang dari berbagai lapisan masyarakat, baik warga Kota Nanga Pinoh maupun dari daerah pelosok. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kelangkaan BBM juga terjadi di desa-desa. Jika pun tersedia, harga BBM eceran jenis Pertalite berkisar antara Rp15.000 hingga Rp17.000 per liter.

Tak hanya di Melawi, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah kabupaten lain seperti Sanggau, Sekadau, Sintang, hingga Kapuas Hulu. Jika tidak segera diatasi, situasi ini dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran dan kenyamanan aktivitas masyarakat, terutama di wilayah pedalaman.

Kelangkaan BBM ini disebabkan oleh faktor iklim. Saat musim kemarau, debit air Sungai Kapuas menurun drastis sehingga menghambat distribusi BBM menggunakan kapal tanker dari Depot Pontianak ke Depot Sintang. Akibatnya, terjadi kekosongan stok di Depot Sintang yang berdampak ke kabupaten-kabupaten sekitarnya.

Sebagai solusi sementara, Pertamina terpaksa mengoperasikan armada mobil tangki melalui jalur darat. Namun, jarak tempuh yang jauh dan waktu distribusi yang lama membuat pasokan ke SPBU tidak optimal, sehingga kerap terjadi kekosongan di berbagai daerah.

Masyarakat Melawi berharap pemerintah bersama Pertamina segera mengambil langkah cepat dan konkret agar pendistribusian BBM bisa kembali normal dan kebutuhan warga terpenuhi.

(Agus Paiso)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Krisis Standar Profesi Wartawan di Era Digital: Catatan Kritis Hari Pers Nasional 2026
Next Article
BPJS Kesehatan Apresiasi Lima RS di Banyuwangi Penghargaan Bintang 3 atas Inovasi Digital JKN

Related to this topic:

Be the first to write a comment.