Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Beras Yang Dianggap Tak Layak, Pemdes Roomo Tanggung Jawab, Kembalikan Ke Desa

KOMENTAR 1182

Gresik || Bratapos.com - Pemerintah Desa Roomo Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur bersama warganya resah dengan beredarnya pemberitaan yang merugikan Pemdes Roomo. Pasalnya, pemberitaan di Media Online dengan judul Beras CSR dari PT Smelting Gresik Diduga Tak Layak Konsumsi, Warga Keluhkan Berbau dan Banyak Kutu yang tayang pada Sabtu 14 September 2024, dinilai menyudutkan Pemerintah Desa Roomo.

Taqwa Zainudin, selaku Kepala Desa Roomo angkat bicara tentang beredarnya pemberitaan yang tanpa cek dan ricek. Menurutnya, warga Desa Roomo melalui Pemdes Roomo juga sangat prihatin dengan PT Smelting yang disebut dalam pemberiataan, sebab tanpa konfirmasi dengan PT. Smelting sebagai pemberi bantuan CSR yang disalurkan ke Desa Roomo sesuai dengan program yang diajukan Pemerintah Desa Roomo.

BACA JUGA : Hari Pertama Menjabat, Sekda Banyuwangi Koordinasi Inspektorat Perkuat Akuntabilitas Pemerintahan

"PT Smelting menyalurkan bantuan CSR berupa uang bukan beras. Kemudian pembelian dan pengadaan dilakukan pihak desa, sehingga pihak desa siap bertanggung jawab bila ada komplain dari warga," tegasnya Senin 16 September 2024.

Atas beredarnya berita tersebut, Kades Roomo bersama warga Roomo sangat resah, sebab tidak ada konfirmasi ke Desa. Dengan adanya berita tersebut, Negara melalui Pemerintah Desa Roomo Kecamatan Manyar-Gresik sangat dirugikan, sebab dinilai tidak berterima kasih atas pemberian perusahaan yaitu PT Smelting.

"Kami bersama warga Desa Roomo Kecamatan Manyar, sebenarnya sangat berterima kasih atas bantuan dari PT Smelting yang peduli memberikan beras gratis kepada masyarakat Desa Roomo. Sehingga, jika ada yang keberatan bisa mengembalikan beras tersebut ke Pemerintah Desa Roomo," ujarnya.

Sebelumnya ada kelurahan warga atas kualitas beras yang dianggap tidak layak dikonsumsi. Salah satu warga Desa Roomo, Rudi (46) merasa kecewa karena kondisi beras CSR yang diterimanya ini dinilai tidak layak konsumsi.

Rudi menjelaskan, dalam pembagian CSR ini, setiap rumah warga Ring 1 mendapat beras 10 Kg/rumah termasuk dirinya.

Beras yang dibagikan diduga tidak layak konsumsi karena kondisinya terlihat banyak kutu, berwarna putih agak kekuningan dengan butiran menir yang banyak. Serta baunya apek dan kotor bercampur batu dan butiran jagung.

Pewarta Jamal Sintaru

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Satres Narkoba Polresta Mataram Berhasil Ringkus Terduga Pelaku MR Saat Transaksi Sabu Di Sebuah Kos-Kosan
Next Article
Tim Kaisar Hitam Polres Bima Kota Hadang Aksi Sepasang Pengedar Asal Dompu Hendak Transaksi di Kota Bima

Related to this topic:

Be the first to write a comment.