BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan pembunuhan yang mengguncang warga Kelurahan Panderejo, Kecamatan Banyuwangi, Senin (20/10/2025) pagi.
Korban diketahui berinisial D (perempuan), seorang karyawan Bank BCA, sementara pelaku yang tak lain adalah suaminya sendiri, D (laki-laki), merupakan pegawai Pegadaian Unit Songgon.
BACA JUGA :
Gugatan Pembatalan Akta Hibah Warga Majangtengah Lawan Lilik Sudah Mencapai Sidang Pemeriksaan Setempat
Insiden memilukan ini langsung mendapat atensi serius dari Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., yang turun langsung memimpin proses identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Benar, telah terjadi dugaan tindak pidana pembunuhan di wilayah Kelurahan Panderejo, Banyuwangi Kota. Saat ini pelaku sudah diamankan dan tengah diperiksa intensif di Polresta,” tegas Kombes Pol Rama saat dikonfirmasi awak media di lokasi kejadian.
Peristiwa ini terungkap setelah salah satu rekan pelaku menerima pesan singkat dari D (pelaku), yang mengaku ketakutan dan berencana menyerahkan diri. Curiga atas pesan tersebut, saksi kemudian mendatangi rumah pelaku.
Setibanya di lokasi, saksi menemukan pelaku dalam kondisi panik di teras rumah. Saat pintu dibuka, tampak korban telah tergeletak bersimbah darah di ruang tengah.
“Korban ditemukan dalam posisi terlentang, dengan luka tusuk di bagian dada dan perut. Saat itu juga, tim kami langsung melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti berupa pisau dapur yang diduga digunakan pelaku,” jelas Kapolresta.
Petugas gabungan dari Satreskrim dan Tim Inafis Polresta Banyuwangi bergerak cepat mengamankan lokasi serta mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk pisau dapur yang masih berlumuran darah.
Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Blambangan Banyuwangi, untuk dilakukan autopsi oleh tim forensik guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.
“Hasil pemeriksaan sementara, menunjukkan luka tusuk cukup dalam di bagian dada dan tubuh bagian depan korban. Saat ini autopsi sedang dilakukan untuk memastikan detail penyebab kematian,” tambah Kombes Pol Rama.
Meski pelaku telah menyerahkan diri dan memberikan keterangan awal, penyidik masih mendalami motif di balik aksi tragis tersebut. Polisi menduga kuat ada persoalan rumah tangga yang melatarbelakangi tindak kekerasan ini.
“Kami sedang mendalami motif dan latar belakang peristiwa ini. Dugaan sementara ada konflik internal keluarga. Semua masih kami telusuri secara profesional,” kata Kapolresta.
Langkah cepat Polresta Banyuwangi ini mendapat perhatian publik, sebagai bentuk nyata keseriusan aparat dalam penanganan cepat kasus kekerasan yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial.
Kombes Pol Rama menegaskan, bahwa jajarannya berkomitmen untuk menangani setiap kasus secara transparan dan berkeadilan, dengan mengedepankan aspek kemanusiaan dan hukum.
“Setiap bentuk kekerasan, apalagi yang terjadi dalam lingkup keluarga, menjadi perhatian kami. Polisi hadir untuk memastikan keadilan bagi korban dan kepastian hukum bagi semua pihak,” pungkasnya.
Kasus tragis ini, kini memasuki tahap penyidikan mendalam. Polresta Banyuwangi berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah hasil autopsi dan pemeriksaan lanjutan rampung. (rag/bp-bwi)
Prev Article
Polres Madiun Kota Ungkap Dua Kasus Kriminal, Penipuan Dana Talangan dan Curanmor Berbasis Aplikasi
Next Article
Dengan Menggunakan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 Pemerintah Desa Talang Bangun Lapangan