BANYUWANGI, BRATAPOS.com — Komitmen Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan kembali dibuktikan oleh Koramil 0825/20 Songgon. Melalui program Karya Bhakti TNI, pembangunan jembatan penghubung Dusun Gumuk Candi dan Dusun Krajan di Desa Songgon, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi resmi dimulai, Minggu (1/2/2026).
Kegiatan perdana pembangunan jembatan tersebut dipusatkan di perairan Sungai Binau, diawali dengan kerja bakti masif berupa pembersihan sedimen sungai serta perapian bahu jalan di kanan dan kiri aliran sungai. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Peltu Zainul Arifin, Bintara Tinggi Tata Usaha (Batituud) Koramil Songgon, bersama lima personel Koramil, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.
BACA JUGA :
Pembahasan Tiga Raperda Tuntas, DPRD Kota Madiun Tunggu Rekomendasi Provinsi
Sejak pagi hari, sinergi antara TNI dan warga Desa Songgon terlihat solid. Semangat gotong royong lintas elemen ini, menjadi penanda dimulainya tahapan krusial pembangunan jembatan yang selama bertahun-tahun dinantikan masyarakat sebagai akses vital penghubung antar dusun.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Songgon M. Qoderi, S.H., Kepala Dusun Krajan Nanang, serta Kepala Dusun Gumuk Candi Muklis, yang bersama warga memberikan dukungan penuh terhadap proyek infrastruktur strategis tersebut.
Pembangunan jembatan penghubung ini memiliki dampak strategis bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Songgon. Selama ini, keterbatasan akses antar dusun kerap menghambat mobilitas warga menuju Puskesmas, pasar tradisional, lembaga pendidikan, serta jalur distribusi hasil pertanian dan perkebunan.
Dimulainya tahap persiapan konstruksi diharapkan mampu mengatasi hambatan tersebut. Pembersihan sedimen Sungai Binau menjadi fondasi teknis penting agar proses pembangunan jembatan dapat berjalan aman, efektif, dan berkelanjutan.
Komandan Koramil (Danramil) 0825/20 Songgon, Kapten Kav Andoko, menegaskan bahwa kegiatan Karya Bhakti ini merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat.
“Karya Bhakti ini adalah wujud komitmen Koramil Songgon untuk terus bersinergi dengan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa. Infrastruktur yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup warga,” tegas Kapten Andoko.
Ia menambahkan, kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Sementara itu, Kepala Desa Songgon M. Qoderi, S.H. menyampaikan apresiasi tinggi atas keterlibatan aktif Koramil 0825/20 Songgon dalam percepatan pembangunan infrastruktur desa.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Songgon dan seluruh masyarakat menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Koramil Songgon. Karya Bhakti ini sangat berarti, karena jembatan ini merupakan kebutuhan mendesak yang sudah lama diharapkan warga,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mobilitas, pelayanan publik, serta pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
“Jembatan ini akan membuka akses antar dusun, mempermudah warga menuju fasilitas kesehatan, pendidikan, dan pasar, serta memperlancar distribusi hasil pertanian. Sinergi TNI, pemerintah desa, dan masyarakat seperti inilah kunci pembangunan desa yang berkelanjutan,” tambah Qoderi.
Lebih dari sekadar proyek fisik, pembangunan jembatan penghubung Dusun Gumuk Candi–Dusun Krajan menjadi simbol solidaritas sosial, semangat gotong royong, serta kepemimpinan teritorial TNI yang responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Sejalan dengan hal tersebut, Kodim 0825/Banyuwangi terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pembangunan daerah melalui berbagai program teritorial yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat.
Dengan dimulainya Karya Bhakti TNI ini, harapan besar warga Desa Songgon untuk memiliki akses penghubung yang layak dan aman kini selangkah lebih dekat menjadi kenyataan. (rag/bp-bwi)
Prev Article
DLH Banyuwangi Tegaskan TPS3R Sobo Bukan TPA: Fasilitas Pengolahan Sampah Modern, Tertutup, dan Bebas Bau
Next Article
TPS Dikota Mataram Disorot, Warga Keluhkan dan Mendesak Tanggung Jawab Pemkot