Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Sisi Lain Pelatihan Tim IKM Desa Mamben Baru

Pagi itu, suasana aula kantor desa Mamben Baru terlihat riuh oleh obrolan ibu-ibu yag terlihat bersemangat menujukan sesuatu di tangan mereka masing masing.Obrolan khas ibu ibu ini di selingi canda satu sama lain, bahkan terkadang sebelah telapak tangan mereka berusaha menutupi mulut untuk menahan tawa. 

Rupanya ibu ibu yang sebagian besar kader posyandu dari lima Dusun Di Wilayah Desa Mamben Baru ini begitu bergembira hari itu karna mereka sudah menuntaskan pelatihan pembuatan kerajinan dari bahan daun pandan. Pelatihan Industri kecil dan menengah ini di pandu langsung oleh tim dari Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Provinsi NTB. 

BACA JUGA : A Moment of Togetherness Ahead of Eid al-Adha 1447 H at Mr.ABBAS Senggigi's Residence

Jika dulunya daun pandan ini oleh masyarakat Mamben Baru  dan sekitar hanya di ulat untuk membuat tikar pandan tapi kini Tim Industri kecil dan menengah Desa Mamben Baru sudah lumayan trampil mebuat beragam benda seperti kota tisu, tas dan lain lain.  

Sementara itu menurut kepala desa Mamben Baru Lukman Spdi , dulunya Wilayah Desa Mamben Baru ini memiliki lahan pohon pandan yang cukup luas. Dan daun pandan ini oleh warga Desa mamben Baru terutama  permpuan di ulat menjadi tikar dan selanjutnya di jual kepada pengepul untuk di pasarkan . "

Saat ini, bisa di hitung dengan jari jumlah warga yang masih mengulat tikar pandan ini" Terang Lukman .

Makin berkurangnya pengerajin tikar pandan Di Desa Mamben Baru menurut Lukman disebabkan banyak hal salah satunya adalah tidak ekonomisnya profesi pengerajin ini. 

"Proses pembuatan tikar pandan ini cukup lama dari mulai memotong daun pandan hingga proses pengeringan dan selanjutnya di ulat menjadi tikar memakan banyak waktu dan tenaga tidak sebanding dengan nilai jualnya " BeberKepala Desa yang masih cukup muda ini .

Kini masyarakat Desa Mamben Baru memiliki alternatif yang lebih bernilai ekonomis dengan anyaman daun pandan. Jika sebelumnya daun pandan hanya untuk mengulat tikar, sekarang ada pilhan lain seperti membuat kota tisu dan beraneka jenis tas yang cantik serta memiliki nilai jual yang lebih ekonomis. 

Kepala Desa Mamben Baru kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur Lukman Spdi berharap kedepan masyarakatnya memilki keterampilan membuat beraneka jenis kerajinan tangan untuk membantu menopang ekonomi keluarga

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Arungi Laut, H. Misran Sihaloho Kunjungi Paluh Kurau dalam Rangkaian Harlah NU ke-102 di Deli Serdang
Next Article
Gelaran Martial Arts Championship 1 di Kota Madiun: Meneguhkan Identitas Kota Pendekar dan Meningkatkan Potensi Wisata Olahraga

Related to this topic:

Be the first to write a comment.