Bangkalan | Bratapos.com – Tiga organisasi kemasyarakatan (ormas) ke-Maduraan, yakni Madas Nusantara, Madas Sedarah, dan Madas Serumpun resmi bersepakat mendeklarasikan pembentukan Badan Musyawarah (Bamus) Madura sebagai wadah bersama untuk mengawal masuknya investasi sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Pulau Madura.
Deklarasi pembentukan Bamus Madura tersebut disampaikan Ketua Umum Madas Nusantara, Jusuf Rizal usai memimpin rapat koordinasi persiapan peluncuran Bamus Madura di Bangkalan, Jawa Timur.
BACA JUGA :
Dugaan Pencurian Arus Listrik di Jalur Bandara Kualanamu, Aparat dan Instansi Terkait Diminta Bertindak Tegas
Rapat koordinasi itu turut dihadiri Ketua Umum Madas Sedarah M. Taufik, SH, Sekretaris Umum Madas Serumpun Kadir, SH, serta jajaran pengurus dari ketiga ormas. Mereka menyatakan komitmen bersama untuk mendorong terbentuknya wadah strategis lintas ormas ke-Maduraan tersebut.
Menurut Jusuf Rizal, bersatunya tiga ormas Madas dalam deklarasi Bamus Madura yang direncanakan diluncurkan dalam momentum halal bihalal merupakan langkah nyata untuk memperkuat peran masyarakat Madura dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi daerah.
“Ini komitmen bersama menjaga citra dan wibawa Madura. Kalau ada oknum berbuat negatif, itu tidak bisa digeneralisasi mewakili orang Madura ataupun ormas Madura,” tegasnya.
Jusuf Rizal menegaskan, Bamus Madura bukan gerakan individu, melainkan gerakan kelembagaan yang melibatkan berbagai organisasi ke-Maduraan maupun ormas umum yang berada di wilayah Madura.
Menurutnya, Bamus Madura akan menjadi “rumah besar” yang berfungsi mewadahi, membina, dan mengembangkan organisasi masyarakat agar berkontribusi positif terhadap pembangunan Pulau Madura.
“Keanggotaan Bamus Madura merupakan keterwakilan organisasi, bukan perorangan. Meski demikian individu tetap bisa terlibat sebagai pembina, penasihat, maupun dewan pakar,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Bamus Madura nantinya tidak hanya fokus di wilayah Madura, tetapi juga menjangkau daerah lain bahkan luar negeri sebagai bentuk penguatan jaringan diaspora Madura.
Sebagai penggagas, Jusuf Rizal yang juga Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) mengambil peran sebagai Ketua Tim Formatur bersama unsur ormas ke-Maduraan, tokoh masyarakat, akademisi, ulama, serta unsur pemerintah.
“Kami perkirakan dalam waktu dekat kepengurusan Bamus Madura sudah terbentuk. Pengukuhan akan dilakukan di Jakarta dan Madura,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan kemungkinan pembentukan perwakilan di sejumlah daerah strategis seperti Arab Saudi, Malaysia, hingga Kalimantan Barat sebagai bagian penguatan jaringan masyarakat Madura perantauan.
Peluncuran Bamus Madura direncanakan digelar bersamaan kegiatan halal bihalal tiga ormas Madas pada Rabu (1/4/2026) di Rato Ebuh, Bangkalan. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak dijadwalkan hadir dalam agenda tersebut.
Selain itu, undangan juga telah disampaikan kepada kepala daerah se-Madura, DPRD, tokoh masyarakat, ulama, pengusaha, unsur TNI-Polri, kejaksaan, akademisi, organisasi kemasyarakatan, hingga perangkat desa.
Sejumlah tokoh masyarakat Madura menilai pembentukan Bamus Madura sebagai langkah positif untuk memperkuat koordinasi antarormas sekaligus menjaga citra masyarakat Madura agar tetap kondusif dan produktif.
Selain memperkuat sinergi ormas, Bamus Madura juga diharapkan berperan aktif mengawal masuknya investasi ke wilayah Madura, termasuk mendorong realisasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor tembakau, garam, dan penggemukan sapi, serta gagasan pembentukan Bank Madura.
Menurut Jusuf Rizal yang juga dikenal sebagai relawan Prabowo Subianto, peluncuran Bamus Madura merupakan langkah awal membangun kekuatan bersama dalam mempercepat pembangunan ekonomi Madura agar keluar dari garis kemiskinan.
“Setelah peluncuran, kami akan bentuk tim formatur untuk menyusun kepengurusan yang mengakomodir seluruh organisasi serta menyiapkan legalitas dan administrasi kelembagaan,” pungkasnya.
Witnyo
Prev Article
Soroti Wacana WFH ASN, DPRD Sidoarjo Minta Pemkab Utamakan Pelayanan Publik
Next Article
Pemkab Sidoarjo Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Bupati Subandi Target Pertahankan Opini WTP