Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Arus Balik Meledak di Ketapang Banyuwangi, Antrean Kendaraan Mengular hingga Berjam-jam

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Puncak arus balik Lebaran 2026 mulai terasa di kawasan Pelabuhan ASDP Ketapang. Hingga Kamis (2/4/2026) malam, ribuan kendaraan memadati jalur penyeberangan menuju Bali, memicu antrean panjang yang mengular hingga beberapa kilometer dari pintu masuk pelabuhan.

Lonjakan volume kendaraan didominasi mobil pribadi, bus antar kota, serta truk logistik yang kembali beroperasi setelah libur panjang. Kepadatan tidak hanya terjadi di dalam area pelabuhan, tetapi juga meluas ke jalur akses utama, terutama di ruas Jalan Lingkar Utara Banyuwangi yang menjadi titik krusial menuju pelabuhan.

BACA JUGA : Hadapi Era Aging Population, Banyuwangi Perkuat Kebijakan Ramah Lansia Melalui Rembug Lansia 2026

Berdasarkan pantauan di lokasi, arus lalu lintas di sekitar pelabuhan nyaris lumpuh. Antrean kendaraan terlihat hingga di depan kantor KP3, dengan pergerakan yang sangat lambat bahkan cenderung stagnan. Deretan lampu kendaraan yang memanjang menunjukkan tingginya volume kendaraan yang belum terurai.

Kondisi ini dipicu oleh akumulasi kendaraan dari berbagai daerah yang secara bersamaan bergerak menuju Bali pasca libur Lebaran. Selain itu, kembali normalnya aktivitas distribusi barang turut memperparah kepadatan, seiring meningkatnya jumlah truk ekspedisi yang melintas di jalur penyeberangan.

Petugas gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan, dan operator penyeberangan terus melakukan rekayasa lalu lintas. Skema buka-tutup jalur, pengalihan arus, hingga pengaturan ritme kendaraan diterapkan secara dinamis untuk mengurangi beban di titik-titik rawan kemacetan.

Namun demikian, upaya tersebut belum mampu sepenuhnya mengurai antrean. Sejumlah pengendara mengaku harus menunggu berjam-jam sebelum dapat memasuki area pelabuhan.

“Kami sudah antre cukup lama, pergerakan kendaraan sangat lambat,” ujar salah satu sopir truk di lokasi.

Kondisi ini tidak hanya memicu kelelahan fisik, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan, terutama bagi pengemudi kendaraan berat serta pengguna kendaraan pribadi yang membawa keluarga.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa kapasitas layanan penyeberangan di lintas Ketapang–Gilimanuk kembali menghadapi tekanan tinggi saat puncak arus balik. Tanpa manajemen arus yang lebih terintegrasi dan berbasis data real-time, potensi kemacetan serupa diperkirakan akan terus berulang setiap musim mudik dan arus balik.

Sementara itu, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memantau informasi resmi terkait kondisi lalu lintas, serta mematuhi arahan petugas di lapangan guna menjaga kelancaran dan keselamatan bersama.

Hingga berita ini diturunkan, kepadatan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi masih berlangsung dan diperkirakan akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan seiring puncak arus balik Lebaran. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Di Balik Antrean Panjang Ketapang, Satlantas Banyuwangi Hadirkan Empati: Dari Edukasi hingga Berbagi Makan
Next Article
Aksi Humanis TNI di Tengah Puncak Arus Balik Ketapang, Bagikan Makanan Demi Keselamatan Sopir

Related to this topic:

Be the first to write a comment.