Search

Saved articles

You have not yet added any article to your bookmarks!

Browse articles

Kebijakan Privasi

Kami menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapatkan pengalaman terbaik di situs kami. Dengan melanjutkan menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Baca, Privacy Policy, and Terms of Service.

Di Balik Antrean Panjang Ketapang, Satlantas Banyuwangi Hadirkan Empati: Dari Edukasi hingga Berbagi Makan

BANYUWANGI, BRATAPOS.com – Di tengah tekanan arus kendaraan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, jajaran Satuan Lalu Lintas Polresta Banyuwangi menunjukkan pendekatan humanis yang tidak hanya berorientasi pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga keselamatan dan kondisi fisik pengendara.

Pada Kamis (02/04/2026), personel Satlantas Polresta Banyuwangi turun langsung menyisir antrean kendaraan yang mengular di jalur penyeberangan menuju Bali. Di lokasi, petugas tidak sekadar melakukan pengaturan arus, tetapi juga melakukan asesmen situasional terhadap kondisi pengemudi yang berpotensi mengalami kelelahan.

BACA JUGA : Hadapi Era Aging Population, Banyuwangi Perkuat Kebijakan Ramah Lansia Melalui Rembug Lansia 2026

Aiptu Arief Handoko bersama Aipda Nyoman mendapati seorang pengendara asal Besuki, Bapak Rohmat, yang tengah melakukan perjalanan darat menuju Denpasar. Indikasi kelelahan yang tampak langsung direspons dengan pendekatan persuasif, petugas mengimbau agar yang bersangkutan beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan lintas provinsi yang berisiko tinggi jika dilakukan dalam kondisi tidak prima.

Langkah tersebut tidak berhenti pada imbauan. Sebagai bentuk intervensi sosial, petugas turut membagikan konsumsi makan siang kepada pengendara, termasuk Bapak Rohmat, guna membantu pemulihan energi di tengah situasi kemacetan panjang.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa pendekatan berbasis kemanusiaan merupakan bagian integral dari strategi kepolisian modern dalam pengelolaan lalu lintas.

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kelelahan menjadi faktor dominan dalam kecelakaan lalu lintas. Oleh karena itu, kami dorong anggota di lapangan untuk tidak hanya menjalankan fungsi regulatif, tetapi juga fungsi protektif dan humanis. Kehadiran polisi harus dirasakan sebagai solusi, bukan sekadar pengatur,” tegasnya.

Menurutnya, aksi di Ketapang mencerminkan implementasi nyata paradigma Polri Presisi, di mana respons cepat, empati, dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat menjadi indikator utama kinerja.

Respons positif datang dari masyarakat. Bapak Rohmat mengaku terbantu dengan perhatian yang diberikan petugas, terutama saat kondisi fisiknya mulai menurun akibat durasi perjalanan dan kepadatan lalu lintas.

“Tadi sudah mulai ngantuk dan capek karena macet panjang. Alhamdulillah diingatkan untuk istirahat, bahkan diberi makan. Ini sangat membantu,” ujarnya.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bagi para pengguna jalan, khususnya di jalur padat seperti akses menuju Pelabuhan Ketapang, bahwa manajemen kelelahan (fatigue management) merupakan aspek krusial dalam keselamatan berkendara.

Polresta Banyuwangi mengimbau seluruh pengendara untuk menerapkan prinsip defensive driving, termasuk berhenti sejenak saat lelah, menjaga hidrasi, serta memastikan kondisi kendaraan dan tubuh dalam keadaan optimal.

“Lebih baik terlambat daripada tidak selamat. Keselamatan keluarga Anda menunggu di rumah,” pungkas Kapolresta. (rag/bp-bwi)

Amir Nisi Amir Nisi Amir Nisi
Prev Article
Cacing Warga Randupadangan Dituntut 4 Tahun Penjara
Next Article
Arus Balik Meledak di Ketapang Banyuwangi, Antrean Kendaraan Mengular hingga Berjam-jam

Related to this topic:

Be the first to write a comment.